Posted in Uncategorized

RUMAH KEDUA PROUDLY PRESENT : O.S.I.S (OLD SCHOOL INDIE STUDENT)

minikutu-upcoming-event-rumah-kedua-event-community-osis.jpg

RUMAH KEDUA PROUDLY PRESENT: O.S.I.S (Old School Indie Student)

Tempat: Rumah Eyang Martha Cafe and Resto Jl. Vandeventer No. 14 Bandung

Tanggal: 28 mei 2016

Harga Tiket Masuk (HTM): Free
Kategori: Musik

Deskripsi : 

Let’s sing a long and remembering high school memories with:
– Crayon Shinchan
– Rechts
– Boy Lost This Toys
– Mendanau
– Cut ‘n Paste
– PRG
– Hexa

And special performance from:
Meet Up Robinson

 

Info dan Kontak:

instagram : @rumahkedua_ec

twitter : @rumahkedua_ec

Line@ : @nml8756z

Advertisements
Posted in Uncategorized

BAGIMU NEGERIKU

 

minikutumedia.com-event-korgbagimunegeri
KORG SELENGGARAKAN ACARA BAGIMU NEGERIKU

Tempat:Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, West Mall Lt. 8, Jalan MH Thamrin No. 1, Jakarta Pusat
Tanggal: 20 April 2016
Waktu: 15.00wib – selesai

Harga Tiket Masuk (HTM): FREE
Kategori: Musik

Deskripsi: Bintang tamu di acara Bagimu Negeriku akan diisi oleh Dwiki Darmawan & Krakatau Ethno, Wiwie GV & Friends

Info dan Kontak:

Ricky (08119222957)

www.indonesiakaya.com

Posted in Uncategorized

Kemeriahan Launching Party “ALEGORI” Bandung Inikami Orcheska

minikutumedia.com-event-review-kemeriahan-launching-party-alegori

Minikutumedia.com – Hai sahabat kutu, sekarang waktunya kita review event nih. Tanggal 10 april lalu BIO alias Bandung Inikami Orcheska mengadakan Launching Party album pertama mereka yang bertajuk “ALEGORI” dengan menyajikan empat belas lagu. Ini merupakan album pertama setelah 10 tahun berkarya di dunia musik. Bertempat di Institut Francais D’Indonesie (IFI) Jl. Purnawarman, Bandung. Nama “ALEGORI” sendiri merupakan sebuah perumpamaan dari suatu majas dan ingin mengungkapkan sesuatu tapi tidak secara harfiah.

Diawali dengan lagu the gentleman di sesi pertama yang cukup meramaikan suasana karena masih belum banyak penonton yang datang. Lalu dilanjutkan dengan beberapa lagu, revolusi diri, Abu-abu, MJBU. Di pengunjung sesi pertama ini, BIO menyajikan lagu jarak jauh dibawakan secara instrumental yang cukup mendinginkan suasana setelah berjingkrak ria dengan lagu yang ceria.

minikutumedia.com-event-review-kemeriahan-launching-party-alegori-alhasil-riksa

Lanjut sesi kedua, salah satu lagu yang berjudul bingkai disuguh dengan sangat menarik. Riksa, Vokalis BIO bernyanyi sambil memainkan ukulele dan terlihat sangat asyik saat membawakan lagu ini. Selain lagu bingkai, di sesi kedua ini BIO membawakan lagu lain diantaranya, Kembang Kertas, Get Ska, Right First dan playboy TB. Karena keseruan dan keasyikan BIO dengan penonton, waktu pun sampai tak terasa cepat berlalu hingga sampailah pada sesi terakhir yaitu sesi ketiga. Di sesi ketiga ini BIO berganti kostum, yang awalnya mereka memakai setelan hitam-hitam di sesi ketiga ini mereka memakai setelan kemeja dengan motif kotak-kotak dengan warna yang cerah. Menunjukkan bahwa mereka ingin membawa keceriaan di pengunjung acara ini. Lagu terakhir yang dibawakan seharusnya adalah someday, tetapi atas permintaan para penonton yang tidak ingin acara ini berakhir mereka pun berteriak dengan serentak “we want more, we want more, we want more”. Mendengar teriakan dari para penonton akhirnya BIO pun menyanyikan satu lagu terakhir yang berjudul Cerah. Dan berakhirlah acara Launching Party “ALEGORI” ini. Semoga BIO alias Bandung Inikami Orcheska jaya selalu, makin keren dan terus berkarya dalam memajukan musik indonesia.

 

Demikian event review Launching Party “ALEGORI” kali ini. Semoga pembaca terhibur. Sampai Jumpa lagi di review event selanjutnya.

Sekian dan terimakasih.

Posted in Uncategorized

Kelompok Penerbang Roket Meluncurkan Video Musik Terbaru

minikutu-kelompokpenerbangroket-02

Minikutumedia.com – Kelompok Penerbang Roket, band rock asal Jakarta, meluncurkan video musik terbaru mereka yang bertajuk “Cekipe” pada Jumat (29/1) ini. Video musik yang disutradarai oleh Fazrie Permana ini digarap secara spesial karena menggunakan format video 360 derajat dengan pendekatan multi-layar.
Menurut Fazrie, konsep video musik “Cekipe” adalah untuk menjawab pertanyaan dari video musik yang sebelumnya telah Kelompok Penerbang Roket lepas pada Oktober tahun lalu, “Di Mana Merdeka”. Dalam video musik tersebut, band yang diperkuat Rey Marshall (gitar/vokal), Viki Vikranta (drum/vokal), dan John Paul Patton (bass/vokal) ini mempertanyakan tentang keberadaan orang-orang dan sikap yang mengaku merdeka tapi ternyata belum sepenuhnya.
“Dalam video musik ‘Cekipe’, pertanyaan itu kami coba untuk berikan jawabannya dengan menggunakan gaya baru, erisi visual-visual yang beragam dan memberikan kebebasan pada penontonnya untuk memilih apa yang ingin mereka simak,” ungkap Fazrie.
Coki–panggilan akrab John–mengungkapkan rasa kagumnya terhadap video musik yang memerlukan waktu produksi selama dua bulan tersebut. Ia bercerita, “Penggunaan video musik format 360 derajat di Indonesia belum banyak yang menggunakan dan video musik “Cekipe” terasa baru dan modern. Band rock harus menghibur, nggak boleh kolot. Video musik “Cekipe” sangat sesuai dengan ekspektasi kami.”

minikutu-kelompokpenerbangroket-01Sedangkan “Cekipe” sendiri merupakan lagu yang bersejarah bagi band yang sudah merilis album perdana Teriakan Bocah dan album penghormatan bagi Panbers, Haai, pada tahun lalu ini. “Cekipe” tercatat sebagai lagu pertama yang tercipta oleh Kelompok Penerbang Roket, bahkan sebelum band tersebut menamai grupnya sebagai “Kelompok Penerbang Roket” dan menentukan siapa vokalis utamanya. Sampai akhirnya, terciptalah sebuah aransemen yang rencananya akan dinyanyikan oleh sang vokalis yang tidak kunjung hadir.
“Setelah melalui persuasi yang panjang, akhirnya saya sukses membujuk Coki untuk menjadi vokal utama bagi proyek ini. Selanjutnya dalam proses kreatif yang terus berjalan, terciptalah ‘Mati Muda’ yang akhirnya menjadi single pertama kami, dilanjutkan dengan materi-materi lainnya,” kata Rizma Arizky, manajer dan penggagas Kelompok Penerbang Roket serta Berita Angkasa Records.

Posted in Uncategorized

The Origin Forgotten Show : Launching Debut Album Dari In Place Of Hope

minikutu-the-origin-forgotten-show

Minikutumedia.com – The Origin Forgotten adalah debut album yang diluncurkan oleh group metalcore asal Bandung IN PLACE OF HOPE. Album yang dirilis dibawah naungan Shield Records yang bekerjasama dengan Demajors ini berisikan 10 track yang di dalamnya terdapat musisi-musisi dalam negeri seperti Agung Burgerkill, Hardy Taring, Roy Jeconiah, Balum dan satu musisi asal Amerika Serikat yaitu Travis Montgomery yang bergabung bersama group musik Threat Signal. Debut Album ini juga di produseri oleh Yayat Ahdiyat yang kita tahu telah merampungkan empat album Burgerkill.

The Origin Forgotten Show sendiri akan digelar pada tanggal 5 Februari 2016 di Fame Station yang terletak di jalan Sersan Bajuri no 100, Bandung. Untuk presale dijual dengan harga Rp.20.000,- dan dapat dibeli di distro-distro yang ditunjuk seperti Omuniuum, Eastern Wolves, Heretic, Beholder dan Maternal.

The Origin Forgotten show ini ikut diisi oleh beberapa band pembuka diantaranya Kaluman, Error Brain, Fraud, Muck dan Nemesis juga dihadiri satu mistery guest yang ikut meramaikan acara. Selain band-band tersebut IN PLACE OF HOPE juga akan berkolaborasi dengan musisi-musisi dalam negeri seperti Agung Hellfrog Burgerkill, Hardy taring, Balum, Fahmi Inwise, Anggi RTF dll.

Group yang beranggotakan Deni Kochun (guitar), Simon (guitar), Ade (drum), Fajar (vocal) dan dibantu oleh salah satu additional bass player ini telah menancapkan taring sejak 2009 lalu. panggung-panggung berskala kecil, menengah atau besar seperti Bandung Berisik dan Hellshow telah mereka Jajal. Band asal Ujungberung ini telah merilis album nya (The Origin Forgotten) di akhir 2015 silam. Nuansa musik metal yang kental dengan groove ini menjadikan album mereka lebih segar.

Rencananya di The Origin Forgotten Show ini mereka akan membawakan 13 materi lagu, yakni 10 materi album dan 3 materi cover song. So? untuk kalian yang penasaran dengan materi album dari IN PLACE OF HOPE, mari kita saksikan penampilannya pada 5 Februari nanti.

Posted in Uncategorized

Primata Rilis Single dari EP Mendatang

minikutu-primata-02
Minikutumedia.com – Pasca merilis single perdana bertajuk “Kupu-kupu” pada September 2014, band rock instrumental berbasis di Jakarta dan  Primata ditinggalkan satu per satu personel aslinya. Tidak ada konflik di antara masing-masing yang melatari ini, hanya pergeseran prioritas mereka yang akhirnya membuat satu per satu personel memilih hengkang.

Dari empat personel asli Primata—Andry Novaliano (gitar), Agung Rahmadsyah (bass), Rama Wirawan (gitar), dan Rossi Rahardian (drum)—hanya tersisa Rama seorang. “Saya merasa sudah kepalang tanggung. Band ini sudah melahirkan beberapa komposisi. Jadi saya mencari pemain-pemain pengganti”, jelas Rama.

Pada 17 April 2015, Primata berformat trio pun terbentuk. Bersama Adhitomo Kusumo (bass) dan Sofyan Refliyandi (drum), Rama melanjutkan pekerjaan yang belum sempat dirampungkan kuartet sebelumnya.

Namun, menggarap komposisi yang terlahir dalam bentuk kuartet bukan hal mudah untuk dilakukan bertiga. Primata membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk melakukan sejumlah penyesuaian, seperti meng-aransemen ulang lagu-lagu, hingga membuang beberapa bagian dari lagu-lagu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara trio atau dianggap sudah tidak relevan lagi.

Salah satu perombakan paling signifikan ialah yang dilakukan oleh Adhitomo Kusumo (Dodid) pada departemen bass. “Saat formasi berubah menjadi trio, saya banyak membuat bassline menjadi lebih padat, dan juga mengeksplorasi sound untuk mengisi kekosongan pada saat gitar memainkan lead. Agar lagu-lagu kami dapat dipertanggungjawabkan pada saat live” terang Dodid yang juga merupakan bassis band Raksasa.

Masuknya Sofyan Refliyandi (Revly) juga menjadi faktor penentu berubahnya aransemen lagu-lagu Primata. “Gaya permainan Revly dan Rossi sangat berbeda” ujar Rama.

minikutu-primata-01“Revly yang notabene berasal dari drummer band post-rock Kelab Baca Trio Angkasa (KBTA), membentuk suara band ini terdengar lebih sederhana namun kuat dibandingkan ketika bersama Rossi yang progresif dan berseluk-beluk”, lanjutnya.

Menariknya, pada saat bersamaan, musik Primata juga mendeterminasi Revly untuk bermain dengan gaya baru. “Karakter musik Primata hampir sama dengan KBTA” tutur Revly.

“Hanya saja, di band ini saya harus beradaptasi dengan karakter musik baru yang lebih progresif, memaksa saya mengeksplorasi lebih jauh dengan ketukan-ketukan yang belum pernah saya coba sebelumnya” sambungnya.

Enam bulan kemudian, tepatnya Oktober 2015, trio ini merasa siap untuk merekam materi yang sudah ada. Proses rekaman dilakukan di dua tempat: Red Studio di Bandung, Jawa Barat, dan ALS Studio di Rempoa, Tangerang Selatan, Banten.

Hingga akhirnya rampung sebuah EP berisi enam track bertajuk Avani yang akan segera diluncurkan ke pasaran tahun 2016 ini. Sebagai single perdana, Primata memilih lagu “Pada”.

“‘Pada’ sebenarnya merupakan sebuah fragmen dari salah satu track dalam Avani. Nuansanya sudah sangat jauh berbeda, lebih gelap dan berat, jika dibandingkan dengan single ‘Kupu-kupu’ dulu” Rama mendeskripsikan.

minikutu-primata-artwork-dannus-darmawanUntuk artwork “Pada”, Primata berkolaborasi dengan ilustrator muda berbakat asal Bandung, Dannus Darmawan, yang merupakan ilustrator dari Maternal Disaster. Teknik berkarya Dannus yang dikenal dengan digital painting, landscape image, dan memiliki unsur warna dingin lah yang membuat Primata tertarik mengajaknya berkolaborasi untuk single ini.

Inspirasinya sendiri datang ketika Dannus pertama kali mendengar kata ‘Primata.’ “Ketika pertama kali mendengar kata ‘Primata’ yang terbayang adalah sebuah hutan yang merupakan habitat dari primata sejak jaman manusia purba sampai saat ini. Dan hutan merupakan bagian dari gunung, yang berkaitan dengan single ‘Pada’ yang mengacu pada kaki gunung,” jelas Dannus.

“Pada” dapat diunduh gratis melalui laman Bandcamp dan SoundCloud Primata mulai hari ini (29 Januari 2016 pukul 14.00 WIB).

Info :

Booking contact : +6281287672084
Email: primatarock@gmail.com
Bandcamp: primatatheband
SoundCloud: primatatheband
Instagram: @primatatheband
Twitter: @primatatheband
Facebook: primatatheband
Tumblr: primatatheband