Posted in event journalism

Nosartgia bersama STMIK AMIK Bandung

minikutu-review-event-nosartgia

minikutumedia.com – Hai sahabat kutu, balik lagi bareng kita di sesi review event nih. Tapi sebelumnya aku mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa yaaa bagi yanv menjalankan awas jangan sampe bolong-bolong ya puasanya hihihi

Naaahhh tanggal 28 mei kemaren aku dateng ke salah satu event dari Stmik Amik nih yaitu Nosartgia dan lagilagi mengusung tema 90an. Kayanya lagi banyak banget ya event khususnya di bandung yang mengusung tema 90an.

minikutu-review-event-nosartgia-dkiTapi yang bikin beda adalah dekorasi dengan foto-foto yang berhubungan dengan tahun 90an mulai dari jajanan, film bahkan sampai mainan tahun 90an. Selain dekorasi, para pengisi acara pun membawakan satu lagu yang berhubungan dengan tahun 90an looohh dan disitu aku merasa aku sudah tua *loh. Bintang tamu utama acara Nosartgia ini adalah hoolahoop, pada tau dong pasti…. Dan bocoran sedikit nih buat para fans, katanya Hoolahoop sedang menyiapkan album baru. Wwweeuuyyy ~ ditunggu aja ya sahabat kutu hihi.

minikutu-review-event-nosartgia-2Ada lagi nih yang bikin menarik, sebelum hoolahoop meluncur keatas panggung ada satu dance group dengan mayoritas anggotanga cewek dan cuman satu cowok dari universitas widyatama. Dengan semangat dan lincahnya dia menari membuat para penonton terkesima dan berkata “hhhm menarik” duh maaf ya geje wkwkwk. Ya pokoknya lima jempol buat nosartgia. Top top top!!!

Ditunggu acara selanjutnya dari Stmik Amik yang pasti yaaaa harus lebih keren lagi lebih rame lagi.

Buat yang kemaren gadateng bisa nonton videonya di youtube Minikutu yaaa…

Sekian cerita dari aku ini, singkat padat dan gajelas wkwkwk

So, bye bye see you in next review ~

Advertisements
Posted in event journalism

Friends Are Forever: Awal Kebangkitan Komunitas Indie Bandung

Minikutumedia.com – 16 Januari 2016. Kill Division menyelenggarakan acara yang bertajuk Friends are Forever vol.1 : We Gonna Move to the World. Gelaran acara ini sendiri adalah bagian dari lauching album kompilasi yang dirilis oleh Kill Division Records dengan judul yang sama. Tempat penyelenggaraan pihak panitia bekerja sama dengan Fame Station yang berlokasi di Jl. Sersan Bajuri No.100, Bandung.

Diawali dengan penampilan dari in vouw dengan membawakan beberapa lagu andalan mereka cukup menghangatkan suasana venue yang terkesan masih sepi. Setelah in vouw turun panggung giliran Guitar Bluetooth serta Secondline memanaskan venue dengan kocokan up beat gitarisnya dan para penonton pun sebagian kecil mulai memanaskan moshpit area dengan mengajak beberapa temannya yang terkesan seperti menonton wayang. Seharusnya bagian publikasi event tersebut lebih dimatangkan kembali agar penonton yang datang lebih ramai dikarenakan dengan sedikitnya penonton, penonton yang hadir pun menjadi sedikit malu untuk meramaikan aksi panggung para band yang tampil.

Scream dari vokminikutu-friendsareforeveralis Under Emily’s Bed cukup membuat awal penampilan mereka sedikitnya menunjukan aliran musik yang mereka mainkan dan selama penampilan band ini terlihat beberapa band lain yang akan tampil mulai mempersiapkan equipment yang mereka gunakan diatas panggung. Kemudian disambung oleh Afternoon Tea dan Odelya yang melanjutkan mood penonton dengan lagu-lagu yang mereka bawakan.

Dengan memasang sportcam pada head guitar dan bass , Ventilacie memberikan suguhan penampilan yang apik. Band yang baru-baru ini meluncurkan EP membawakan single andalan mereka yang berjudul Kick You Out of My Head dan para penonton pun sing a long bersama mereka.

Setelah itu hentakan double pedal dari Down To Earth menambah semangat para penonton untuk ber-moshing­ ria. Mood sedikit turun ketika kesalahan teknis sound diawal penampilan dari Captivate dikarenakan tidak adanya soundman tetap. Padahal jika ada soundman tetap sepertinya hal-hal seperti itu bisa dengan cepat diatasi. Band yang dimotori oleh Baban ex.The Silver akhirnya memulai penampilannya dengan hentakan keras dari drummer mereka dengan sangat apik dan tanpa miss sedikitpun dan mood penonton makin meningkat.

Penyegaran dilakukan diatas panggung oleh Stereowall ditambah aksi panggung dari Cynantia yang sangat energic membuat penonton tidak canggung lagi untuk maju ke depan stage. Band ini membawakan hits single mereka yang berjudul I Will Fall For You sebagai bocoran dari album mereka yang sedang dalam proses rekaman. Disambung oleh penampilan Just For Joy yang merupakan penggagas dari acara ini , mereka membawakan lagu-lagu yang terdapat dalam album mereka seperti Dewasa, Cerita Nanti, dll.

Giliran Stand Here Alone membawakan beberapa lagu andalan mereka yang membuat para penonton sing a long kembali dan disambung oleh penampilan dari Last Goal Party yang mempunyai aksi panggung yang sangat unik dengan merubah pencahayaan lampu menjadi biru sehingga Last Goal Party membawa aksi penonton semakin menggila.

Setelah itu penampilan dari Class Of The Moon cukup membuat  penonton stabil kembali, dilanjutkan dengan penampilan dari Sunrise yang memulai dengan Opening Act yang sangat Emo. Band Jakarta ini membawakan beberapa lagu andalan mereka seperti Away, The Extra Miles Pt.2 yang sudah tidak asing lagi ditelinga para penonton.

Acara Ini ditutup oleh penampilan dari Glory Of Love dengan membawakan beberapa lagu dari album sebelumnya dan tidak lupa band yang baru mengeluarkan album Brand New Day ini membawakan single terbaru mereka yang berjudul Kuraih Kembali. Penampilan Glory Of Love ditutup oleh lagu Rasa Ini Tak Ada Lagi yang dibawakan bersama Amei “The Silver”.

Sebenarnya kami masih ingin menikmati acara ini namun apa daya acara sudah berakhir. Semoga ini menjadi tonggak awal kembalinya pergerakan suatu komunitas yang berkecimpung dalam bidang musik indie dan kedepannya makin banyak komunitas lain yang memajukan scene indie dengan membuat acara D.I.Y tanpa terpatok dengan keterbatasan dana yang ada.

Posted in event journalism

Sampurasound Vol.2 : Oktoberpesta , Spesial Ulang Tahun Pemuda Harapan Bangsa

Pamplet Sampurasound Vol.2 : Oktoberpesta (c)
Pamplet Sampurasound Vol.2 : Oktoberpesta (c)

Minikutumedia.com – setelah sukses dengan acara Sampurasound Vol.1 , kini rumah kedua membuat sekuel-nya yaitu Sampurasound vol.2 : Oktoberpesta yang diadakan tanggal 31 Oktober 2015 berlokasi di Waroeng Tedoeh Cafe. Sampurasound vol.2 sendiri menampilkan line-up seperti Suara , Retrorika , Midnight , The Summer Fun , The Fox Night , Corner dengan guest star Pemuda Harapan Bangsa ( PHB ).

Seperti sampurasound sebelumnya,kedatangan kita disambut dengan ciri khas para panitia yang memakai iket sunda. Acara dimulai pada pukul 04.00 sore dan untuk kesempatan kali ini acara dipimpin oleh 2 MC yaitu Erlangga dan Syavina. Acara dibuka oleh penampilan stand up yang dari StandUp Unikom yang diwakili oleh Broto, para penonton pun cukup tertawa dengan materi yang dibawakan komika ini meski ada beberapa yang terlihat memaksakan tawa karena tidak mengerti dengan materi yang dibawakan dalam candaan karena kadang dibawakan dengan bahasa sunda.

Penampilan dari Suara (c)
Penampilan dari Suara (c)

Setelah komika turun panggung , yang tampil berikutnya Suara lalu berturut-turut diikuti oleh band-band lainnya seperti Retrorika , Midnight , The Summer Fun , The Fox Night dan Corner. Nah untuk The Summer Fun ini mereka mempunyai ritual unik dengan membagikan cemilan kepada para penonton , otomatis acara rebutan cemilan terjadi diantara penonton.

Setelah semua band pembuka tampil,saat yang ditunggu-tunggu oleh penonton adalah penampilan dari Orkes Pemuda Harapan Bangsa ( PHB ). Orkes yang berdiri pada tahun 1996 ini ternyata tengah merayakan ulangtahun yang ke-19 tahun dan ternyata juga para panitia sampurasound ini sudah menyiapkan kejutan untuk PHB dengan memberi mereka video ucapan selamat ulang tahun dari teman dekat PHB seperti Erwin Mad Moron , Edi Brokoli dan Rully P-Project. Tidak lupa juga ada ucapan dari masyarakat dan panitia sampurasound itu sendiri.

Penampilan Pemuda Harapan Bangsa (c)
Penampilan Pemuda Harapan Bangsa (c)

Setelah video ucapan ,manager dari PHB dan beberapa panitia naik ke atas panggung dengan membawa kue ulang tahun , lalu para personil PHB meniup lilin meski ogah-ogahan, karena mereka berasalan sudah terlalu tua untuk mengikuti ritual tiup lilin itu. Orkes yang digawangi oleh Nedi ( Vocal ) , Ivan ( Bass ), Adul ( Gitar ) , Alam ( Rythm ), Yoga ( Perkusi ) ini mulai membawakan lagu lagu andalan mereka , otomatis para PHB Prends ( red : sebutan untuk fans PHB ) ikut bernyanyi serta bermoshing-ria. Penampilan PHB ditutup oleh lagu “KTP Babeh Gue” yang melegenda itu. Dengan berakhirnya penampilan PHB , berakhir juga acara Sampurasound vol.2 : Oktoberpesta ini. Para penonton pulang dengan tertib dengan membawa kenangan yang tidak terlupakan dari acara ini.

Review Minikutu :

+ Penggabungan tradisional dan modern yang menarik.

+ Kesan Friendly dari panitia terhadap penonton yang hadir.

+ Beberapa band pembuka yang lebih menguasai panggung dari band pembuka pada acara sebelumnya.

+ Peningkatan Penonton dari acara sebelumnya karena faktor bintang tamu yang cukup melegenda.

– Lokasi diadakan acara kurang strategis karena jauh dari jalan utama.

– Parkiran kurang memadai sehingga harus ada yang parkir di trotoar.

– Sound yang keluar ( lagi-lagi ) kurang bersahabat dengan pendengaran.

– lokasi dekat stage panas karena posisinya berada paling dalam venue.

Posted in event journalism

Sampurasound Vol.1 : Penggabungan Tradisional dengan Modern.

myhomae

minikutumedia.com – kembali ke tahun lalu, ke pertengahan bulan september. Sebuah komunitas event yang menamakan dirinya “Rumah Kedua” menggagas sebuah event yang bertajuk “Sampurasound Vol.1” , mengapa dinamakanSampurasound ? menurut penggagas acara , ” Sampurasound adalah plesetan dari sampurasun dan mengganti kata sun dengan sound dikarenakan tujuan mereka membuat event ini ingin mempadukan musik tradisional indonesia khususnya sunda yang diwakilkan kata sampura dengan musik modern yang diwakili oleh kata sound agar gimanaaa… gitu kang kesannya téh ” ujar Opik.

Sampurasound sendiri menampilkan line-up seperti Artcoustic , BritBoys , Ruang Ingatan , Enigma , Belvm , daftcoustic dengan guest star Sarah n’ Soul. Acara diadakan di D’Kota Cafe yang berlokasi di Jl.Setiabudhi No.145 Bandung. Acara dimulai menjelang malam hari tepatnya pukul 06.30 malam. Cukup unik juga,karena kedatangan kami disambut oleh panitia yang memakai iket sunda. Iket sendiri adalah penutup kepala khas suku sunda yang sekarang mulai menjadi trend kembali, sehingga dipakai oleh panitia agar kesan tradisionalnya terasa kental dalam acara tersebut.

Acara sendiri dibuka oleh 2 MC yaitu akang kasep Reza Arifiana ( yang diketahui selanjutnya adalah mahasiswa jurusan akutansi dari Universitas Widyatama ) dan teteh geulis Venita Astri ( yang diketahui juga ternyata mahasiswi jurusan ilmu komunikasi dari Universitas Telkom ). dengan candaan khas sunda mereka mencairkan suasana yang awalnya terasa canggung, tidak sampai 30 menit akhirnya band pertama naik keatas pentas, diawali oleh Enigma lalu berturut-turut diikuti oleh band-band lainnya seperti Belvm , Ruang Ingatan , BritBoys , Artcoustic dan Daftcoustic.

myhome

Para penonton sendiri menikmati acara yang disuguhkan oleh panitia sambil menyaksikan band yang tampil dalam acara tersebut para penonton menikmati makanan ataupun minuman yang diorder di cafe tersebut. Setelah semua band pembuka tampil,saat yang ditunggu-tunggu oleh penonton adalah penampilan dari Sarah n’ Soul. Duo yang digawangi oleh Sarah ( Vocal ) dan Nissan ( Gitar ) ini membawakan beberapa lagu andalan mereka dan terlihat juga kebanyakan penonton ikut bernyanyi ketika duo ini berdendang. Tanpa disangka-sangka  duo ini mengcover dari lagu tradisional sunda dan di lagu terakhir mereka membawakan hits single mereka yang berjudul “Pohon Toge”.

Dengan berakhirnya penampilan Sarah n’ Soul , berakhir juga acara Sampurasound vol.1 ini. Semoga di Sampurasound selanjutnya dapat lebih meriah lagi daks!

 

Review Minikutu :

+ Penggabungan tradisional dan modern yang menarik.

+ Kesan Friendly dari panitia terhadap penonton yang hadir.

+ Lokasi diadakannya acara strategis.

– Venue terkesan tidak siap untuk digunakan.

– Parkiran kurang memadai.

– Sound yang keluar kurang bersahabat dengan pendengaran.

 

( Photo By Adji )